www.bisnistoday.co.id
Senin , 16 Maret 2026
Home EKONOMI Produk Wirausahawan Muda Perikanan Didorong Masuk Pasar Global
EKONOMI

Produk Wirausahawan Muda Perikanan Didorong Masuk Pasar Global

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Berbagai produk inovatif yang dihasilkan wirausahawan perikanan dari lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) terus didorong dapat tembus pasar internasional.

“Terus kembangkan dan terus berkarya untuk daerah masing-masing, dan mudah-mudahan bisa tembus ke internasional,” kata Sekjen KKP, Antam Novambar dalam acara Gelar Kompetisi Kewirausahaan Nasional Tahun 2020, di Jakarta, Senin (14/12).

Antam menyatakan pihaknya sangat bangga atas berbagai inovasi dari wirausahawan muda didikan lembaga pendidikan KKP. Mereka, berhasil mengelola berbagai hasil laut menjadi sesuatu yang sangat bernilai tambah tinggi seperti kebab seafood dan stick rumput laut. Untuk itu, Antam memastikan akan mengawal keberlanjutan dari beragam produk wirausahawan, antara lain dengan bantuan permodalan dari LPMUKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan) sebagai bank mikro KKP.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja memaparkan KKP memiliki 14 politeknik dan 9 usaha perikanan, yang semuanya mengadopsi teaching factory (membawa industri ke dalam kampus).

Sjarief memaparkan berbagai wirausahawan perikanan yang terpilih dalam kompetisi ini selain mendapat pembiayaan LPMUKP juga mendapat bantuan dari sejumlah universitas dan lembaga untuk mendorong kewirausahawan mereka.

“Tahun ini, ada 51 kelompok yang akan mengajukan kredit ke LPMUKP,” kata Kepala BRSDM. 

Ia mengemukakan setelah beroperasi maka diharapkan para pembeli produknya terutama para mitra dan alumni lembaga pendidikan KKP.

Sebagaimana diwartakan, KKP menerapkan Konsep Tefa atau teaching factory yang menitikberatkan kepada kerja praktek yang selaras dengan kebutuhan industri kelautan dan perikanan guna menciptakan lebih banyak wirausahawan.

“Pola pembelajaran yang dikembangkan pada satuan pendidikan kelautan dan perikanan adalah teaching factory atau praktik kerja langsung, bukan sekedar praktik di laboratorium,” kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja.

Menurut dia, hal tersebut penting mengingat antara lain Indonesia memiliki potensi lahan budi daya mencapai 2 juta hektare.

Namun, lanjutnya, dari jumlah tersebut ternyata hanya sekitar 600.000 hektare yang telah dicetak sebagai lahan tambak dan hanya sekitar 200.000 hektare yang telah dikelola efektif. “Potensi ini merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memulihkan perekonomian bangsa,” katanya./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Pemerintah Bangun Ekonomi Rakyat Dari Desa

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah mengembalikan koperasi...

Semen Merah Putih
EKONOMI

Rumah Tetap Aman Saat Mudik Lebaran, Simak Tips Penting Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Tradisi mudik menjelang Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti jutaan...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Tiongkok Siapkan Peta Jalan untuk Jadi Negara Sosialis Modern

BEIJING-Bisnistoday: Para anggota parlemen nasional Tiongkok menyetujui cetak biru pembangunan untuk periode...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perkuat Stabilitas Industri Asuransi, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis

JAKARTA, Bisnistoday - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program...