JAKARTA-Bisnistoday: Pemerintah Italia membantah penggunaan pangkalan udara di Sisilia oleh pesawat militer AS yang membawa senjata untuk perang di Iran.
Sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Italia memang mengkonfirmasi laporan di Corriere della Sera bahwa “beberapa pesawat pembom AS” dijadwalkan mendarat di Sigonella, salah satu dari tujuh pangkalan angkatan laut AS di Italia, sebelum menuju Timur Tengah.
Tetapi, mereka menolak penggunaan pangkalan tersebut karena AS meminta otorisasi untuk mendarat saat pesawat sudah dalam perjalanan ke Sisilia. Dengan kata lain, langkah AS itu tidak sesuai prosedur.
Sumber tersebut mengatakan mereka tidak memiliki cukup waktu untuk meminta persetujuan di parlemen, seperti syarat prosedur pendaratan pesawat yang mengangkut senjata di pangkalan angkatan laut.
Menurut perjanjian yang dibuat pada akhir tahun 1950-an, pangkalan angkatan laut AS dapat digunakan untuk tujuan logistik dan pelatihan tetapi bukan sebagai pusat transit untuk pesawat yang digunakan untuk mengangkut senjata untuk perang kecuali dalam situasi darurat.
Kantor Perdana Menteri sayap kanan Italia, Giorgia Meloni, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (31/3/2026) yang membantah bahwa langkah tersebut telah menyebabkan gesekan dengan mitra internasional. Ia mengatakan hubungan dengan AS tetap kokoh.
Di Italia, di mana terdapat budaya anti-perang yang mengakar kuat, jajak pendapat secara konsisten menunjukkan penentangan yang sangat kuat terhadap konflik dan ketidaksukaan yang kuat terhadap Trump.
Partai-partai oposisi telah mendesak pemerintah untuk memblokir AS agar tidak menggunakan pangkalan Italia untuk keterlibatan dalam konflik Timur Tengah.
Trump Marah
Untuk informasi, sehari sebelumnya Spanyol, negara Eropa lainnya, secara terang-terangan juga menolak terlibat perang AS-Israel di Iran. Mereka menutup wilayah udaranya bagi pesawat AS.
Selain Spanyol, Prancis pun ogah membantu AS. Mereka tidak mengizinkan pesawat AS yang menuju Israel, terbang di atas wilayah Prancis. Hal itu membuat Donald Trump marah dan mengkritik sikap sekutu NATO-nya tersebut di akun media sosialnya.//

