BANDUNG, Bisnistoday – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa guru di era digital dan kecerdasan buatan (AI) dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.
Pesan ini ia sampaikan dalam acara Pengambilan Sumpah PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2025 yang diikuti 451 lulusan PPG.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa percepatan perkembangan teknologi, termasuk AI generatif, telah mengubah ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Guru bukan lagi hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, serta pengelola proses belajar berbasis teknologi.
“Kuncinya adalah belajar sepanjang hayat. Continuous Professional Development (CPD) itu wajib. Guru harus terus belajar kapan pun dan di mana pun, apalagi teknologi sekarang sangat mendukung,” ujar Didi, Selas (25/11/2025).
Rektor menekankan bahwa sumber belajar kini sangat mudah diakses melalui perangkat digital.
Dari aplikasi pembelajaran bahasa hingga platform kursus daring global, guru memiliki peluang yang luas untuk meningkatkan kompetensi tanpa batas ruang dan waktu.
“Sumber belajar itu ada di tangan kita. Tinggal kemauan untuk menggunakan teknologi secara positif dan konsisten,” kata Didi.
*AI Bukan Ancaman Guru Bisa Kolaborasi*
Menurut Rektor, AI bukanlah ancaman bagi profesi guru, justru dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. AI dapat membantu guru dalam menyusun materi, menilai tugas, memantau perkembangan siswa, hingga menganalisis kebutuhan belajar.
Namun, guru tetap memiliki peran yang tidak bisa digantikan, yaitu membangun relasi manusiawi, membentuk karakter, dan memberikan bimbingan moral.
“AI bisa membantu, tetapi tidak bisa menggantikan sentuhan manusia. Guru lah yang membangun nilai, empati, dan integritas,” tambahnya.
Rektor menegaskan bahwa kemampuan adaptasi adalah faktor utama yang menentukan ketangguhan guru di masa depan.
Dunia pendidikan bergerak cepat, sehingga guru harus terus memperbarui cara mengajar, menguasai perangkat digital, dan memahami literasi data.
“Yang bertahan bukan yang paling kuat, melainkan yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Guru harus punya mindset terbuka dan siap belajar hal baru,” ujarnya.
Ia juga mengajak para lulusan PPG untuk aktif mengembangkan komunitas belajar, berkolaborasi dengan sesama guru, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi generasi muda.
UPI sendiri berkomitmen melahirkan guru profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga visioner, siap menghadapi perubahan, dan memiliki literasi digital yang kuat. Rektor berharap guru-guru baru mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan yang humanis.
“Guru masa depan adalah guru yang kreatif, adaptif, dan mampu memimpin pembelajaran melalui inovasi,” tutupnya.(E2-DN)

